Jakarta, 23 Mei 2026 – Kehadiran Anna Wintour dan Anne Hathaway dalam ajang Academy Awards kembali memicu perhatian publik setelah banyak penggemar menyebut keduanya seperti menghidupkan kembali nuansa film The Devil Wears Prada. Momen tersebut langsung ramai dibahas di media sosial karena dianggap menghadirkan referensi halus terhadap film fashion legendaris yang hingga kini masih memiliki tempat kuat dalam budaya populer dunia. Anne Hathaway yang pernah memerankan karakter Andrea Sachs dalam film tersebut tampil elegan dengan gaya sophisticated, sementara Anna Wintour yang selama ini disebut menjadi salah satu inspirasi karakter Miranda Priestly kembali hadir dengan penampilan khas dan aura fashion ikoniknya. Pengamat budaya pop menilai momen tersebut berhasil membangkitkan nostalgia publik terhadap salah satu film fashion paling berpengaruh dalam dua dekade terakhir.
Film The Devil Wears Prada memang dikenal sebagai salah satu karya yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia fashion dan industri hiburan global. Sejak dirilis pada 2006, film tersebut terus menjadi referensi budaya populer karena berhasil memperlihatkan kerasnya dunia mode melalui karakter-karakter kuat dan dialog yang ikonik. Pengamat perfilman menjelaskan bahwa hubungan antara Anna Wintour dan karakter Miranda Priestly yang diperankan oleh Meryl Streep selama ini selalu menjadi bahan diskusi publik karena banyak orang melihat kemiripan karakter pemimpin redaksi majalah fashion tersebut dengan sosok nyata di industri mode. Kehadiran Anne Hathaway bersama Anna Wintour di Oscar akhirnya dianggap seperti reuni simbolis yang menghubungkan dunia nyata dan dunia film dalam satu momen yang menarik perhatian publik.
Media sosial kembali memainkan peran besar dalam membuat momen tersebut viral dalam waktu singkat. Foto dan video interaksi keduanya langsung dipenuhi komentar penggemar yang mengaitkan penampilan mereka dengan adegan dan atmosfer The Devil Wears Prada. Pengamat digital culture menjelaskan bahwa nostalgia budaya populer kini menjadi salah satu kekuatan terbesar di internet karena mampu menghubungkan generasi lama dan baru dalam percakapan yang sama. Film-film ikonik seperti The Devil Wears Prada tetap relevan hingga sekarang karena dianggap tidak hanya membahas fashion, tetapi juga ambisi karier, tekanan dunia kerja, dan perubahan identitas diri yang masih relatable bagi banyak orang modern.
Di sisi lain, Anna Wintour sendiri tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia fashion internasional. Selama bertahun-tahun, namanya identik dengan perkembangan industri mode global, mulai dari tren runway hingga budaya fashion modern. Sementara Anne Hathaway berhasil mempertahankan citranya sebagai salah satu aktris Hollywood yang elegan dan dekat dengan dunia mode setelah kesuksesan film tersebut. Pengamat fashion menilai kombinasi keduanya dalam satu momen publik secara alami memunculkan asosiasi kuat terhadap The Devil Wears Prada karena karakter dan citra yang sudah melekat begitu lama di benak masyarakat.
Momen Anna Wintour dan Anne Hathaway di Oscar menunjukkan bagaimana sebuah film dapat terus hidup dalam ingatan publik bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Referensi halus terhadap The Devil Wears Prada berhasil membangkitkan nostalgia sekaligus memperlihatkan besarnya pengaruh film tersebut terhadap budaya fashion dan hiburan modern. Pengamat budaya pop menilai kekuatan film ikonik memang terletak pada kemampuannya menciptakan karakter dan simbol yang tetap relevan lintas generasi, termasuk melalui momen-momen spontan yang kembali menghidupkan kenangan publik di era media sosial saat ini.








