UNICEF Soroti Krisis Vaksin Anak di Negara Berkembang: 14 Juta Anak Tanpa Perlindungan

14 Juta Anak di Dunia Tak Pernah Divaksin, WHO Peringatkan Ancaman Wabah  Global

UNICEF dan WHO memperingatkan adanya krisis imunisasi anak di negara berkembang, dengan lebih dari 14,3 juta anak tidak menerima sama sekali satu dosis vaksin dasar pada tahun 2024—sebagian besar tinggal di negara dengan konflik dan sistem kesehatan rapuh.


📉 1. Krisis “Zero-Dose Children”


🌍 2. Ketimpangan Global & Negara Rentan

  • Lebih dari separuh zero-dose children tinggal di 9 negara: Nigeria, India, Sudan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Indonesia, Yaman, Afganistan, dan Angola World Health Organization+1.

  • Banyak dari mereka berada di zona konflik atau daerah dengan fasilitas pelayanan kesehatan minimal Wikipedia+1.


💉 3. Dampak Akibat Pemotongan Dana & Disinformasi

  • Pemotongan dana bantuan global—terutama dari AS kepada UNICEF dan Gavi—mengganggu program imunisasi rutin, hampir menyamai dampak pandemi COVID-19 Info Sulawesi+4Reuters+4World Health Organization+4.

  • Disinformasi tentang keamanan vaksin menyebar luas, menurunkan kepercayaan masyarakat di beberapa wilayah El PaísUNICEF.


🩺 4. Implikasi Kesehatan Anak

  • Kekurangan imunisasi membuka peluang wabah penyakit seperti campak, meningitis, kolera dan demam kuning—dengan kasus campak global meningkat sejak 2021 Reuters+1.

  • Badan riset memperkirakan hampir 4,4 juta anak diselamatkan per tahun berkat imunisasi, namun kemunduran ini bisa menghapus dekade kemajuan UNICEF DATAWikipedia.


✅ Ringkasan Situasi

Aspek Kondisi Terkini
Zero-dose children global 14,3 juta anak tidak pernah divaksinasi pada 2024
Total anak tidak lengkap ≈ 20 juta anak dengan imunisasi tidak lengkap
Negara paling terdampak Sudan, Nigeria, Afghanistan, India, DRC, Indonesia, dll.
Penyebab utama Konflik, kebijakan donor yang terbatas, disinformasi vaksin
Risiko kesehatan Ledakan penyakit PD3I seperti campak dan polio bisa terjadi kembali

🌟 Kesimpulan & Panggilan Aksi

UNICEF bersama WHO dan Gavi mendesak komunitas dunia untuk:

Krisis ini tidak hanya soal angka—ini adalah nyawa jutaan anak yang masih rentan terhadap penyakit yang seharusnya telah bisa dicegah.

  • Related Posts

    Harga Beras Naik Lagi, Pemerintah Gelar Operasi Pasar Serentak

    Jakarta, 19 Juli 2025 – Menyusul lonjakan harga beras yang kini mencapai rata-rata Rp 14.278 hingga Rp 14.500 per kg—melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500/kg di zona 1—pemerintah kembali meluncurkan operasi pasar…

    “Yoga di Tengah Alam Jadi Favorit Gaya Hidup Baru di Perkotaan”

    13 Juli 2025 Jakarta — Gaya hidup sehat kembali berkembang dengan tren baru yang menyegarkan: yoga di alam terbuka. Aktivitas yang memadukan relaksasi, kesadaran tubuh, dan udara segar ini kini…

    You Missed

    Cari Jodoh – Wali: Humor dalam Cinta

    Pelan-Pelan Saja – Kotak: Cara Melepaskan dengan Tenang

    Sesuatu – Syahrini: Lagu Populer Penuh Gaya

    Persebaya Surabaya Raih Kemenangan Dramatis Atas Persikabo

    Persib Bandung Tampilkan Performa Gemilang Saat Mengalahkan Bhayangkara FC

    Burung Camar – Vina Panduwinata: Kebebasan Jiwa dalam Musik