
Yogyakarta, 11 Agustus 2025 — Seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bernama Fahri Setiawan (21) berhasil membangun sebuah perpustakaan gratis untuk anak-anak di kampungnya, menggunakan uang hasil berjualan gorengan selama dua tahun. Kisah ini viral di media sosial dan memicu gelombang dukungan dari berbagai pihak.
Awal Mula Ide
Fahri, yang berasal dari Desa Pleret, Bantul, merasa prihatin melihat banyak anak di lingkungannya menghabiskan waktu hanya bermain gadget tanpa akses bacaan yang memadai. Dari situ, ia memutuskan untuk membuka perpustakaan mini yang bisa diakses secara gratis.
“Saya ingat waktu kecil susah sekali cari buku bacaan. Jadi saya ingin anak-anak di sini punya tempat belajar yang nyaman,” ujar Fahri.
Proses Mewujudkan Perpustakaan
-
Modal Awal: Hasil keuntungan menjual gorengan setiap sore di depan kampus.
-
Lokasi: Sebuah bangunan kecil bekas gudang milik keluarganya.
-
Isi Perpustakaan: Lebih dari 500 buku, mulai dari buku cerita anak, ensiklopedia, hingga buku pelajaran sekolah.
Respons Warga dan Warganet
Video dokumentasi pembangunan perpustakaan ini diunggah ke TikTok dan telah ditonton lebih dari 5,8 juta kali. Banyak warganet memuji ketekunan dan kepedulian Fahri.
Komentar netizen:
-
“Anak muda panutan, nggak cuma mikirin diri sendiri.”
-
“Salut banget, modal kecil tapi dampaknya besar.”
Dukungan dari Komunitas dan Pemerintah
Beberapa komunitas literasi mengirimkan sumbangan buku dan rak tambahan. Dinas Pendidikan Bantul juga memberikan bantuan komputer dan koneksi internet gratis untuk menunjang kegiatan belajar di perpustakaan tersebut.