Jakarta, 17 Mei 2026 – Husnul Akib yang dikenal sebagai Ketua Tangan Di Atas Gowa-Takalar terus memperkuat pengembangan bisnis di sektor emas dan fashion di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat regional maupun nasional. Husnul menilai sektor emas dan fashion masih memiliki peluang pertumbuhan besar karena kebutuhan masyarakat terhadap produk investasi dan gaya hidup terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan media sosial dan tren belanja digital juga disebut membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pengamat bisnis UMKM menilai sektor fashion dan perdagangan emas memang menjadi salah satu bidang usaha yang cukup stabil di tengah perubahan kondisi ekonomi. Produk fashion terus berkembang mengikuti tren gaya hidup masyarakat, sementara emas masih dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif diminati banyak orang. Karena itu, kombinasi bisnis di dua sektor tersebut dinilai memiliki potensi yang cukup kuat apabila didukung strategi pemasaran yang tepat dan kemampuan membangun kepercayaan konsumen. Selain kualitas produk, kekuatan branding dan pelayanan kini juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pelanggan.
Sebagai bagian dari komunitas pengusaha Tangan Di Atas atau TDA, Husnul Akib juga disebut aktif mendorong pengembangan jaringan bisnis dan kolaborasi antar pelaku usaha di wilayah Gowa dan Takalar. Pengamat ekonomi daerah menyebut komunitas pengusaha memiliki peran penting dalam membantu UMKM berkembang melalui pertukaran pengalaman, pelatihan bisnis, hingga perluasan akses pasar. Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM dinilai membutuhkan dukungan jaringan dan inovasi agar mampu bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
Perkembangan bisnis fashion saat ini juga semakin dipengaruhi perubahan tren digital dan gaya konsumsi masyarakat. Pengamat industri kreatif menjelaskan bahwa pelaku usaha kini dituntut lebih adaptif dalam memanfaatkan media sosial, platform e-commerce, dan strategi pemasaran online untuk meningkatkan penjualan. Sementara di sektor emas, edukasi mengenai investasi dan keamanan transaksi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, terutama di era perdagangan digital yang berkembang sangat cepat.
Langkah Husnul Akib memperkuat bisnis emas dan fashion kini dipandang sebagai contoh bagaimana pelaku usaha daerah terus beradaptasi menghadapi perubahan pasar modern. Banyak pihak berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang dan bersaing melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi digital. Di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif dan perdagangan online di Indonesia, sektor fashion dan investasi emas diperkirakan akan tetap menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku bisnis daerah maupun nasional.






