Jakarta, 18 Mei 2026 – Brand fashion asal New York, Aimé Leon Dore, menjadi sorotan setelah merilis kemeja dengan motif yang disebut mirip batik dan dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 juta. Kehadiran produk tersebut langsung memicu perhatian publik, terutama di kalangan pecinta fashion dan masyarakat Indonesia yang menilai corak pada kemeja memiliki nuansa visual menyerupai motif tradisional Nusantara. Di media sosial, banyak pengguna internet memperbincangkan desain kemeja tersebut dan membandingkannya dengan berbagai pola batik khas Indonesia yang selama ini dikenal memiliki kekayaan motif dan filosofi budaya yang kuat. Perdebatan mengenai inspirasi budaya dalam industri fashion global pun kembali muncul seiring meningkatnya penggunaan unsur etnik dalam desain busana internasional.
Pengamat fashion menjelaskan bahwa tren penggunaan motif tradisional dari berbagai budaya dunia memang semakin populer di industri mode global dalam beberapa tahun terakhir. Banyak brand internasional mulai mengeksplorasi elemen visual dari Asia, Afrika, hingga Amerika Latin untuk menghadirkan nuansa eksotis dan artistik dalam koleksi mereka. Dalam konteks batik, motif geometris, flora, dan pola repetitif khas kain Nusantara memang memiliki daya tarik visual tinggi sehingga sering dianggap relevan dengan tren fashion modern. Namun penggunaan motif yang menyerupai warisan budaya tertentu juga kerap memunculkan diskusi mengenai apresiasi budaya, inspirasi desain, hingga isu sensitivitas terhadap identitas tradisional suatu negara.
Aimé Leon Dore sendiri dikenal sebagai brand fashion premium yang menggabungkan gaya streetwear modern dengan sentuhan klasik dan budaya urban New York. Pengamat industri mode menyebut merek tersebut memiliki pasar kuat di kalangan pecinta fashion premium muda karena identik dengan desain kasual eksklusif dan jumlah produksi terbatas. Karena itu, setiap koleksi baru dari brand tersebut sering mendapat perhatian besar, termasuk ketika menghadirkan desain yang memiliki nuansa etnik atau inspirasi budaya tertentu. Harga produk yang mencapai jutaan rupiah juga dianggap sejalan dengan positioning brand yang menyasar segmen fashion premium internasional.
Di Indonesia, pembahasan mengenai motif mirip batik dalam produk luar negeri sering memicu respons emosional karena batik memiliki nilai budaya yang sangat kuat bagi masyarakat. Pengamat budaya menjelaskan bahwa batik bukan sekadar pola kain, tetapi bagian dari identitas budaya Indonesia yang diakui dunia. Karena itu, ketika motif yang dianggap serupa muncul dalam produk internasional, masyarakat biasanya langsung memberikan perhatian besar baik dalam bentuk apresiasi maupun kritik. Fenomena ini juga menunjukkan semakin tingginya kesadaran publik terhadap pentingnya perlindungan dan penghargaan terhadap warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi industri kreatif.
Kemunculan kemeja Aimé Leon Dore bermotif mirip batik kini kembali memperlihatkan bagaimana budaya tradisional Indonesia memiliki pengaruh visual yang kuat dalam dunia fashion internasional. Banyak pihak menilai fenomena tersebut dapat menjadi peluang untuk semakin memperkenalkan batik dan wastra Nusantara ke pasar global, selama tetap disertai penghormatan terhadap nilai budaya asalnya. Di tengah berkembangnya industri fashion modern yang semakin terbuka terhadap inspirasi lintas budaya, identitas lokal dan warisan tradisional dinilai akan tetap menjadi elemen penting yang memiliki nilai artistik dan ekonomi tinggi di panggung internasional.








