Jakarta, 27 September 2026 – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai lagu anak dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia sejak usia dini. Musik dinilai memiliki kemampuan menyampaikan pesan dengan cara sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat oleh anak-anak. Melalui lirik serta melodi yang sesuai dengan usia mereka, berbagai nilai budaya dapat diperkenalkan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pendekatan tersebut sekaligus dapat membantu membangun kedekatan generasi muda dengan identitas budaya Indonesia.
Menurut Fadli, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari bahasa daerah, permainan tradisional, cerita rakyat, pakaian adat, kuliner hingga seni pertunjukan. Berbagai unsur tersebut dapat diolah menjadi materi dalam lagu anak sehingga pengenalan budaya tidak selalu dilakukan melalui metode pembelajaran formal. Lagu dapat membuat anak mengenali keberagaman tersebut melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi budaya yang dikemas secara kreatif juga berpeluang menjangkau anak-anak dari berbagai daerah.
Pengembangan lagu anak dinilai penting di tengah perubahan pola konsumsi hiburan generasi muda yang semakin dipengaruhi platform digital. Anak-anak kini memiliki akses luas terhadap berbagai jenis musik dan konten dari dalam maupun luar negeri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pencipta lagu Indonesia untuk menghadirkan karya yang menarik sekaligus memiliki muatan edukatif dan budaya. Konten yang berkualitas diharapkan mampu menjadi alternatif hiburan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Lagu anak juga dapat berperan dalam proses pewarisan nilai antargenerasi. Pesan mengenai kebersamaan, toleransi, gotong royong, penghormatan terhadap lingkungan dan kecintaan terhadap budaya dapat disampaikan melalui lirik yang mudah dipahami. Ketika dinyanyikan secara berulang, pesan tersebut dapat lebih mudah melekat dalam ingatan anak. Karena itu, karya musik untuk anak tidak hanya memiliki fungsi hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Upaya memperkuat ekosistem lagu anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pencipta lagu, musisi, pendidik, orang tua hingga pemerintah. Kreator memiliki ruang untuk menggali kekayaan budaya Nusantara sebagai inspirasi tanpa menghilangkan unsur kegembiraan yang menjadi karakter utama lagu anak. Sekolah dan keluarga juga dapat memanfaatkan karya tersebut sebagai media pendamping dalam mengenalkan budaya. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan memperluas akses anak terhadap karya musik yang berkualitas.
Pemanfaatan teknologi digital turut memberikan peluang agar lagu anak bertema budaya dapat menjangkau audiens lebih luas. Musik dapat dikombinasikan dengan animasi, video, cerita maupun permainan interaktif sehingga penyampaian pesan menjadi semakin menarik. Distribusi melalui berbagai platform juga memungkinkan karya dari suatu daerah dikenal oleh anak-anak di wilayah lain. Dengan cara tersebut, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat proses pelestarian dan promosi budaya.
Kementerian Kebudayaan mendorong agar semakin banyak karya kreatif yang mampu mempertemukan dunia anak dengan kekayaan budaya Indonesia. Lagu anak diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebanggaan terhadap keberagaman Nusantara. Pengenalan sejak dini dinilai penting agar hubungan generasi berikutnya dengan budaya tidak terputus di tengah perubahan zaman. Melalui karya yang menarik dan relevan, nilai budaya dapat terus diwariskan sekaligus berkembang bersama generasi baru.





