UNICEF dan WHO memperingatkan adanya krisis imunisasi anak di negara berkembang, dengan lebih dari 14,3 juta anak tidak menerima sama sekali satu dosis vaksin dasar pada tahun 2024—sebagian besar tinggal di negara dengan konflik dan sistem kesehatan rapuh.
📉 1. Krisis “Zero-Dose Children”
-
Sekitar 14,3 juta anak di seluruh dunia belum mendapat satu pun vaksin dasar (zero-dose), naik dari 13,9 juta pada 2022 Reuters+9World Health Organization+9World Health Organization+9.
-
Total anak yang tidak lengkap imunisasinya mencapai 20 juta, meskipun cakupan DTP3 global meningkat ke 85% pada 2024 World Health Organization+2UNICEF DATA+2.
🌍 2. Ketimpangan Global & Negara Rentan
-
Lebih dari separuh zero-dose children tinggal di 9 negara: Nigeria, India, Sudan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Indonesia, Yaman, Afganistan, dan Angola World Health Organization+1.
-
Banyak dari mereka berada di zona konflik atau daerah dengan fasilitas pelayanan kesehatan minimal Wikipedia+1.
💉 3. Dampak Akibat Pemotongan Dana & Disinformasi
-
Pemotongan dana bantuan global—terutama dari AS kepada UNICEF dan Gavi—mengganggu program imunisasi rutin, hampir menyamai dampak pandemi COVID-19 Info Sulawesi+4Reuters+4World Health Organization+4.
-
Disinformasi tentang keamanan vaksin menyebar luas, menurunkan kepercayaan masyarakat di beberapa wilayah El PaísUNICEF.
🩺 4. Implikasi Kesehatan Anak
-
Kekurangan imunisasi membuka peluang wabah penyakit seperti campak, meningitis, kolera dan demam kuning—dengan kasus campak global meningkat sejak 2021 Reuters+1.
-
Badan riset memperkirakan hampir 4,4 juta anak diselamatkan per tahun berkat imunisasi, namun kemunduran ini bisa menghapus dekade kemajuan UNICEF DATAWikipedia.
✅ Ringkasan Situasi
Aspek | Kondisi Terkini |
---|---|
Zero-dose children global | 14,3 juta anak tidak pernah divaksinasi pada 2024 |
Total anak tidak lengkap | ≈ 20 juta anak dengan imunisasi tidak lengkap |
Negara paling terdampak | Sudan, Nigeria, Afghanistan, India, DRC, Indonesia, dll. |
Penyebab utama | Konflik, kebijakan donor yang terbatas, disinformasi vaksin |
Risiko kesehatan | Ledakan penyakit PD3I seperti campak dan polio bisa terjadi kembali |
🌟 Kesimpulan & Panggilan Aksi
UNICEF bersama WHO dan Gavi mendesak komunitas dunia untuk:
-
Mempertahankan pendanaan imunisasi di zona konflik dan negara rentan.
-
Melawan disinformasi melalui edukasi publik dan kampanye kepercayaan vaksin.
-
Mengimplementasikan program imunisasi kejar (catch-up) dan memperluas “Big Catch-Up Initiative” pasca-pandemi Wikipedia+15UNICEF DATA+15World Health Organization+15Wikipedia+15World Health Organization+15kemkes.go.id+15kemkes.go.id+1Wikipedia+6Wikipedia+6kemkes.go.id+6AP NewsEl País.
Krisis ini tidak hanya soal angka—ini adalah nyawa jutaan anak yang masih rentan terhadap penyakit yang seharusnya telah bisa dicegah.