Ternate, 4 September 2026 – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian mengunjungi SMAN 2 Kota Ternate, Maluku Utara, dengan membawa pesan penting mengenai penerapan pola hidup sehat di kalangan pelajar. Dalam kunjungan tersebut, Tri mengingatkan para siswa agar mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia sekolah melalui pola makan yang baik, aktivitas fisik, kebersihan diri, serta lingkungan yang sehat. Kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan hingga masa dewasa. Pelajar juga diharapkan memahami bahwa kesehatan menjadi salah satu modal utama untuk menjalani kegiatan pendidikan secara optimal. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya pencegahan berbagai masalah kesehatan sejak dini.
Kunjungan ke sekolah menjadi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para siswa sekaligus melihat penerapan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan di lingkungan pendidikan. Sekolah dinilai memiliki posisi strategis karena sebagian besar waktu anak dan remaja dihabiskan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran serta berinteraksi dengan teman sebaya. Kebiasaan yang dibangun di lingkungan sekolah dapat terbawa hingga ke rumah dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, edukasi kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat diperkuat melalui kegiatan pendidikan. Guru, orang tua, organisasi sekolah, dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk perilaku hidup sehat pada generasi muda.
Tri menekankan pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari karena kebutuhan nutrisi pada masa pertumbuhan berbeda dengan orang dewasa. Pelajar membutuhkan asupan yang seimbang untuk mendukung perkembangan fisik, kemampuan berkonsentrasi, serta aktivitas belajar. Konsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak berlebihan perlu dikendalikan, sementara makanan bergizi seperti sayur, buah, sumber protein, serta kebutuhan cairan perlu diperhatikan. Kebiasaan sarapan juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih teratur sebelum siswa memulai aktivitas belajar. Pemahaman mengenai makanan sehat diharapkan membuat pelajar mampu menentukan pilihan konsumsi secara lebih bijak tanpa hanya mengikuti kebiasaan atau tren.
Aktivitas fisik juga menjadi bagian yang ditekankan dalam penerapan gaya hidup sehat bagi pelajar. Perubahan pola kehidupan membuat banyak remaja menghabiskan waktu cukup panjang di depan layar, baik untuk kebutuhan belajar maupun hiburan. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas tubuh, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kebugaran dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang. Olahraga tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan yang berat karena berjalan kaki, melakukan peregangan, mengikuti kegiatan olahraga sekolah, atau aktivitas fisik lainnya dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara rutin. Lingkungan sekolah dapat mendukung kebiasaan tersebut melalui fasilitas dan kegiatan yang mendorong siswa tetap aktif.
Selain kesehatan fisik, keseimbangan waktu belajar dan istirahat juga menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja. Pelajar membutuhkan waktu tidur yang memadai agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Kebiasaan tidur terlalu larut, terutama akibat penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan, dapat memengaruhi kesiapan mengikuti kegiatan pembelajaran pada hari berikutnya. Kurangnya istirahat juga dapat berdampak terhadap konsentrasi dan kebugaran selama berada di sekolah. Karena itu, pengaturan aktivitas harian perlu dilakukan secara disiplin agar kebutuhan belajar, kegiatan sosial, penggunaan teknologi, olahraga, dan istirahat tetap berada dalam keseimbangan.
Kebersihan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian karena kondisi lingkungan memiliki hubungan langsung dengan kesehatan siswa. Ruang kelas, halaman, toilet, kantin, serta fasilitas umum perlu dijaga agar tetap bersih dan nyaman digunakan. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan, serta menjaga kebersihan makanan menjadi tindakan sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit. Pelajar juga dapat berperan sebagai penggerak dengan mengajak teman-temannya membangun budaya menjaga lingkungan secara bersama-sama. Apabila kebiasaan tersebut terbentuk di sekolah, penerapannya diharapkan meluas ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Edukasi kesehatan kepada remaja semakin penting karena masa sekolah merupakan periode pembentukan kebiasaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Pilihan yang dilakukan pada usia muda, termasuk pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan tidur, dan penggunaan waktu, dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan ketika memasuki usia dewasa. Pencegahan karena itu dinilai lebih efektif apabila dimulai sebelum muncul berbagai gangguan kesehatan. Informasi yang benar juga membantu pelajar menyaring berbagai klaim mengenai kesehatan yang mereka temukan melalui media sosial. Kemampuan memahami informasi menjadi penting agar siswa tidak mudah mengikuti tren kesehatan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Peran keluarga menjadi unsur lain yang tidak dapat dipisahkan dari pembentukan gaya hidup sehat. Orang tua dapat memberikan contoh melalui pilihan makanan di rumah, aktivitas bersama, kebiasaan menjaga kebersihan, serta pengaturan waktu istirahat. Anak dan remaja cenderung lebih mudah menjalankan kebiasaan sehat apabila lingkungan terdekat mereka menerapkan pola yang sama. TP PKK memiliki jaringan hingga tingkat daerah yang dapat membantu memperkuat edukasi keluarga mengenai kesehatan, gizi, kebersihan, dan kesejahteraan. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah diharapkan membuat pesan mengenai hidup sehat tidak berhenti sebagai materi edukasi, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap hari.
Kunjungan Tri Tito ke SMAN 2 Ternate juga menunjukkan pentingnya melibatkan generasi muda sebagai bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat. Pelajar tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat dibagikan kepada keluarga, teman, dan masyarakat sehingga dampak edukasi menjadi lebih luas. Generasi muda yang memahami pentingnya kesehatan juga diharapkan lebih mampu menjaga dirinya dari berbagai perilaku yang berisiko. Pendekatan tersebut dapat membantu membangun masyarakat yang lebih sadar terhadap pencegahan dibandingkan hanya melakukan penanganan setelah masalah kesehatan muncul.
Pesan mengenai pola hidup sehat yang disampaikan dalam kunjungan ke SMAN 2 Ternate pada akhirnya diarahkan untuk membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan para siswa dalam jangka panjang. Menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, mendapatkan istirahat yang cukup, serta memelihara kebersihan merupakan langkah sederhana yang membutuhkan konsistensi agar memberikan manfaat. Sekolah dan keluarga memiliki peran besar dalam menyediakan lingkungan yang mendukung pelajar menerapkan kebiasaan tersebut. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan juga dapat membantu generasi muda memahami bahwa kesehatan memiliki hubungan erat dengan kemampuan belajar, produktivitas, dan kualitas hidup. Dengan kesadaran yang dibangun sejak masa sekolah, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, aktif, serta memiliki kesiapan lebih baik untuk menjalani pendidikan dan berkontribusi bagi masyarakat.





