Jakarta, 1 Oktober 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengoptimalkan peran Sekretariat Bersama dalam memperkuat pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase II. Penguatan koordinasi menjadi bagian penting agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan secara terarah dan terintegrasi. Sekretariat Bersama diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi kementerian, lembaga dan pemangku kepentingan terkait. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan program di tingkat pusat maupun daerah. Dengan koordinasi yang semakin kuat, pelaksanaan RAN PE diharapkan berjalan lebih efektif.
RAN PE Fase II membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan tidak dapat ditangani oleh satu lembaga saja. Setiap kementerian dan lembaga memiliki tugas serta kapasitas yang dapat saling melengkapi sesuai bidang masing-masing. Pemerintah daerah dan unsur masyarakat juga mempunyai peranan penting dalam menjalankan program sesuai kondisi wilayah. Sekretariat Bersama dapat membantu menyelaraskan berbagai kegiatan tersebut sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi juga diperlukan untuk memastikan program yang dilaksanakan tetap mengacu pada sasaran yang telah ditetapkan.
Optimalisasi Sekretariat Bersama turut diarahkan untuk memperkuat pemantauan terhadap pelaksanaan rencana aksi. Evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan program sekaligus mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan. Hasil evaluasi kemudian dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan maupun penyesuaian kebijakan. Mekanisme tersebut penting agar pelaksanaan RAN PE tidak berhenti pada penyusunan program administratif. Setiap kegiatan diharapkan memiliki dampak yang dapat dilihat dan dievaluasi secara terukur.
Pelibatan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting karena karakter tantangan di setiap wilayah dapat berbeda. Pemerintah daerah memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi sosial yang berkembang di lingkungannya. Implementasi program karena itu perlu memberikan ruang bagi pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Koordinasi antara pusat dan daerah dapat membantu memastikan kebijakan nasional diterjemahkan menjadi langkah yang relevan di lapangan. Pertukaran informasi juga diperlukan agar potensi persoalan dapat direspons secara lebih cepat.
Selain unsur pemerintah, keterlibatan masyarakat sipil, akademisi, tokoh masyarakat dan berbagai kelompok lainnya turut dibutuhkan dalam pelaksanaan RAN PE. Pendekatan pencegahan memerlukan penguatan ketahanan masyarakat agar mampu menghadapi penyebaran paham yang mendorong kekerasan. Pendidikan, literasi, penguatan toleransi serta pemberdayaan masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya tersebut. Kolaborasi dengan berbagai pihak memungkinkan program menjangkau kelompok masyarakat secara lebih luas. Partisipasi publik juga dapat memberikan masukan terhadap efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.
Perkembangan ruang digital turut menjadi tantangan yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan RAN PE Fase II. Penyebaran informasi melalui internet dapat berlangsung sangat cepat dan menjangkau kelompok masyarakat tanpa batas geografis. Karena itu, pencegahan juga membutuhkan penguatan literasi digital serta kemampuan mengenali konten yang mendorong ekstremisme berbasis kekerasan. Kerja sama antarlembaga dapat mendukung pertukaran informasi dan penyusunan langkah pencegahan yang lebih adaptif. Pendekatan tersebut tetap perlu memperhatikan ketentuan hukum serta perlindungan terhadap hak masyarakat.
Optimalisasi Sekretariat Bersama diharapkan membuat pelaksanaan RAN PE Fase II semakin terkoordinasi dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang. BNPT membutuhkan dukungan kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat agar setiap rencana aksi dapat diterapkan secara konsisten. Pemantauan dan evaluasi menjadi bagian penting untuk memastikan program memberikan hasil sesuai sasaran. Penguatan koordinasi juga dapat mencegah tumpang tindih kegiatan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya. Melalui pendekatan kolaboratif, pelaksanaan RAN PE Fase II diharapkan memperkuat upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan secara berkelanjutan.





