
Jakarta – Setelah tiga tahun pensiun dari lapangan bulu tangkis, legenda ganda putri Indonesia Greysia Polii resmi diumumkan sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Bulu Tangkis Putri Indonesia oleh PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) dalam konferensi pers nasional di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa pagi.
Penunjukan ini menandai momen penting dalam sejarah bulu tangkis Indonesia: untuk pertama kalinya mantan peraih medali emas Olimpiade memimpin langsung skuad elite putri menuju persiapan jangka panjang menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.
Greysia: Dari Juara ke Mentor
Greysia Polii dikenal luas sebagai ikon bulu tangkis Indonesia. Bersama Apriyani Rahayu, ia mempersembahkan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020—prestasi yang mengukir sejarah sebagai emas pertama Indonesia di sektor ganda putri sepanjang masa.
Setelah pensiun pada 2022, Greysia sempat aktif sebagai duta olahraga, pembicara motivasi, dan pendiri akademi “Polii Badminton Academy” di Tangerang. Namun, keputusannya kembali ke Pelatnas sebagai pelatih membuat publik dan komunitas olahraga bersorak gembira.
“Saya kembali bukan hanya karena cinta pada olahraga ini, tapi karena saya percaya, generasi kita berikutnya butuh lebih dari sekadar strategi—mereka butuh mental juara,” ujar Greysia dalam pidatonya.
Fokus Pembinaan dan Regenerasi Timnas Putri
Sebagai Pelatih Kepala, Greysia akan membawahi seluruh struktur pelatih sektor ganda dan tunggal putri. Ia telah menyusun tiga program utama:
-
“Project Emas 2028”: fokus pada regenerasi pasangan ganda putri muda, termasuk pembentukan pasangan baru dari atlet usia 17–20 tahun.
-
Program “Dari Kampung ke Pelatnas”: scouting langsung ke daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk mencari bakat-bakat tersembunyi.
-
Pelatihan mental juara berbasis pengalaman pribadi, psikologi olahraga, dan spiritualitas.
PBSI menyatakan bahwa pelatnas akan diperluas dengan fasilitas khusus untuk atlet putri, termasuk asrama, lapangan khusus, serta pelatih nutrisi dan psikolog wanita.
Tanggapan Atlet dan Legenda Bulu Tangkis
Kehadiran Greysia mendapat sambutan hangat dari para pemain nasional:
-
Apriyani Rahayu: “Kak Greys bukan hanya pelatih, dia pelita buat kami semua.”
-
Lanny Tria Mayasari: “Kami termotivasi. Beliau paham apa yang kami alami di lapangan.”
-
Gregoria Mariska Tunjung: “Semangat baru buat sektor putri, kami siap diasah lebih keras.”
Sementara itu, legenda seperti Susi Susanti dan Rexy Mainaky memuji keputusan PBSI, menyebutnya sebagai “langkah berani dan perlu untuk mengubah paradigma pembinaan atlet wanita”.
Tantangan ke Depan: Kejar Dominasi Asia Timur
Di tengah dominasi Tiongkok, Jepang, dan Korea di sektor putri, Indonesia menghadapi tantangan besar untuk bangkit kembali. Sejak 2019, tidak ada pasangan atau pemain tunggal putri yang mampu menembus 4 besar kejuaraan dunia.
Greysia menyebut bahwa kekuatan Indonesia selama ini adalah semangat dan teknik, tetapi lemah di konsistensi dan kontrol emosi. Ia menargetkan:
-
Gelar minimal di SEA Games 2025 dan Asian Games 2026
-
Lolos 3 pasang ganda putri dan 2 tunggal putri ke Olimpiade 2028
-
Kembali merebut Uber Cup 2028, yang terakhir kali dimenangkan Indonesia pada tahun 1996
Penutup
Kembalinya Greysia Polii sebagai Pelatih Kepala Timnas Putri menandai babak baru dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Lebih dari sekadar seorang mantan atlet, ia adalah simbol harapan, kedisiplinan, dan kepemimpinan bagi generasi baru. Di bawah arahannya, bulu tangkis putri Indonesia bukan hanya mengejar medali—tapi mengejar kejayaan masa depan yang lebih cerah.