Indorama Corporation, perusahaan multinasional asal Indonesia, mengumumkan investasi sebesar US$2 miliar (sekitar Rp33 triliun) untuk membangun fasilitas produksi amonia biru di Louisiana, Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi global Indorama dan respons terhadap kebijakan tarif impor AS yang meningkat. https://indonesiabusinesspost.com/+2Bloomberg Technoz+2Katadata+2Katadata
Amonia Biru: Solusi Ramah Lingkungan
Proyek ini akan memanfaatkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) untuk mengurangi emisi CO₂ hingga lebih dari 95%. Amonia biru yang dihasilkan akan digunakan sebagai bahan baku pupuk dan energi rendah karbon, mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Taktik Perdagangan dan Diplomasi Ekonomi
Investasi ini juga berfungsi sebagai strategi diplomasi ekonomi Indonesia. Dengan berinvestasi langsung di AS, Indorama berharap dapat memitigasi dampak negatif dari tarif impor yang dikenakan oleh pemerintah AS, serta memperkuat hubungan perdagangan bilateral. The Jakarta Post
Proyeksi Dampak Ekonomi
Diharapkan, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kapasitas produksi amonia biru, yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri pupuk global. Selain itu, proyek ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060. KatadataVOI+1Jawa Pos+1
Kesimpulan
Investasi Indorama di Louisiana mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan adaptasi terhadap dinamika perdagangan global. Melalui proyek amonia biru ini, Indorama tidak hanya memperluas portofolio produk hijau, tetapi juga memainkan peran strategis dalam diplomasi ekonomi Indonesia.