Memimpin Pemulihan Global: Negara Mana yang Pulih Paling Cepat Usai Resesi?

Indonesia-Italia Pimpin Gugus Tugas Keuangan Kesehatan G20

Setelah masa pandemi dan ketidakpastian global, sejumlah negara menunjukkan pemulihan ekonomi yang luar biasa cepat. Dari pertumbuhan luar biasa hingga reformasi struktural, berikut adalah daerah yang paling menonjol dalam proses bangkit pasca-resesi.


Filipina — Lonjakan Produktivitas Berbasis Sektor Pertanian

Pada kuartal kedua 2025, ekonomi Filipina mencatat pertumbuhan 5,5% secara tahunan, ditopang oleh lonjakan output pertanian 7% dan meningkatnya konsumsi rumah tangga
Reuters.
Ekonomi tumbuh sebesar 1,5% secara kuartalan, membuktikan bahwa negara ini adalah salah satu pemulih tercepat di Asia Tenggara
Reuters.


Indonesia — Rebound Konsisten Investasi & Konsumsi

Indonesia mencetak pertumbuhan 5,12% (YoY) di Q2 2025, tercepat dalam dua tahun terakhir. Lonjakan ini didukung oleh investasi sebesar 6,99% dan konsumsi domestik
Reuters+1.
Ekonomi tetap tangguh meski konsumsi pemerintah dan ketidakpastian global membayangi
Reuters.


India — Ekonomi Terbesar Penopang Pertumbuhan Global

IMF merevisi naik proyeksi pertumbuhan India untuk 2025 dan 2026, menjadi 6,4%The Times of India.
India kini mencatat rekor sebagai ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat global—menjadi mesin utama kebangkitan ekonomi dunia.


Afrika & Pasca-Konflik: Pemimpin Pemulihan Luar Biasa

Beberapa negara Afrika menunjukkan pemulihan spektakuler, dipimpin oleh South Sudan, dengan perkiraan pertumbuhan GDP mencapai 27,2% pada 2025—berkat kebangkitan sektor minyak dan stabilitas politik relatif
ReutersSpherical Insights.
Negara-negara seperti Senegal, Libya, dan Rwanda pun menunjukkan pertumbuhan tahunan di atas 7%
Wikipedia.


Eropa Selatan — Pulih dari Krisis Ekonomi dengan Reformasi

Negara-negara seperti Spanyol dan Yunani menunjukkan rebound kuat:

  • Spanyol mencatat pertumbuhan GDP 0,7% di Q2 2025, didorong sektor jasa dan manufaktur
Reuters.

  • Yunani juga tumbuh dengan stabilitas, setelah krisis berkepanjangan.


Ringkasan Pemulihan Ekonomi

Negara / Kawasan Faktor Pemulihan Utama
Filipina Sektor pertanian & konsumsi rumah tangga kuat
Indonesia Investasi tinggi & konsumsi stabil
India Pertumbuhan besar dari permintaan domestik
Afrika (South Sudan dkk) Reformasi & lonjakan sektor energi/ekspor
Eropa Selatan Reformasi struktural dan rebound konsumsi/jasa

Kesimpulan

Pemulihan pasca-resesi tidak bersifat seragam: negara-negara berkembang dan mandiri seperti Filipina, Indonesia, dan India menunjukkan ketahanan kuat melalui reformasi dan stimulus domestik. Sementara itu, beberapa negara Afrika mencatat rebound luar biasa berkat stabilitas politik dan pemanfaatan sumber daya. Eropa Selatan, yang sebelumnya terdampak berat, kini bangkit melalui reformasi ekonomi fundamental.

  • Related Posts

    Penipuan Lowongan Kerja Online Kembali Makan Korban di Jakarta

    Jakarta, 9 Agustus 2025 – Kasus penipuan berkedok lowongan kerja online kembali marak di ibu kota. Polda Metro Jaya menerima laporan dari puluhan korban yang mengaku dirugikan dengan total kerugian…

    Krisis Politik Venezuela 2025: Demonstrasi Besar Gulingkan Presiden

    🗓 Konteks Krisis Politik Venezuela 2025 1. Pemilu Kontroversial & Penolakan Hasil Pemilihan presiden dilaksanakan pada 28 Juli 2024, dengan hasil yang sangat dipertentangkan. Pemerintah mengumumkan kemenangan Maduro (51,95 %), sementara…

    You Missed

    Cari Jodoh – Wali: Humor dalam Cinta

    Pelan-Pelan Saja – Kotak: Cara Melepaskan dengan Tenang

    Sesuatu – Syahrini: Lagu Populer Penuh Gaya

    Persebaya Surabaya Raih Kemenangan Dramatis Atas Persikabo

    Persib Bandung Tampilkan Performa Gemilang Saat Mengalahkan Bhayangkara FC

    Burung Camar – Vina Panduwinata: Kebebasan Jiwa dalam Musik