Jakarta, 20 September 2026 – Keluarga lima jurnalis dan kru kapal yang hilang di perairan sekitar Anak Krakatau menggelar prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang-orang terkasih mereka. Prosesi berlangsung dengan suasana haru setelah operasi pencarian dilakukan selama berhari-hari di kawasan Selat Sunda. Keluarga bersama rekan dan sejumlah pihak yang terlibat dalam pencarian menuju kawasan perairan untuk mengenang para korban. Bunga kemudian ditaburkan ke laut di tengah doa yang dipanjatkan untuk seluruh rombongan. Tangis keluarga pecah ketika mengenang perjalanan terakhir para jurnalis dan kru sebelum dinyatakan hilang kontak. Prosesi tersebut menjadi salah satu momen paling emosional sejak pencarian dimulai.
Lima jurnalis sebelumnya melakukan perjalanan menggunakan speedboat bersama kru kapal di kawasan Selat Sunda. Kontak dengan rombongan kemudian terputus sehingga memicu operasi pencarian besar yang melibatkan berbagai unsur. Tim SAR melakukan penyisiran di sekitar Anak Krakatau, Carita, Anyer dan sejumlah sektor lain berdasarkan perkiraan pergerakan arus. Kapal-kapal SAR serta unsur TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian. Pengamatan melalui udara juga dilakukan untuk mencari kemungkinan keberadaan korban maupun bagian dari speedboat. Namun, kondisi perairan yang luas dan perubahan arus menjadi tantangan besar bagi tim selama operasi berlangsung.
Prosesi tabur bunga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk menyampaikan doa sekaligus penghormatan kepada para jurnalis dan kru yang belum kembali. Sejumlah anggota keluarga membawa bunga sebelum menaburkannya ke permukaan laut secara bergantian. Mereka juga mengenang sosok anggota keluarga masing-masing serta aktivitas terakhir sebelum menjalankan perjalanan tersebut. Rekan-rekan jurnalis yang hadir memberikan dukungan dan mendampingi keluarga selama prosesi berlangsung. Kebersamaan tersebut memperlihatkan solidaritas kuat yang muncul sejak kabar hilangnya rombongan pertama kali diketahui. Bagi keluarga, mendapatkan kepastian mengenai keberadaan orang terkasih tetap menjadi harapan di tengah situasi yang berat.
Selama pencarian, tim gabungan menemukan sejumlah benda mengambang seperti pelampung, terpal dan galon di wilayah operasi. Setiap temuan diperiksa untuk mengetahui apakah memiliki hubungan dengan speedboat yang digunakan rombongan. Aparat sebelumnya menegaskan tidak semua benda yang ditemukan dapat langsung dipastikan sebagai milik lima jurnalis dan kru kapal. Pemeriksaan diperlukan karena Selat Sunda merupakan kawasan dengan aktivitas pelayaran dan nelayan yang cukup tinggi. Tim juga menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat mengenai objek maupun kapal yang terlihat di sekitar kawasan pencarian. Informasi yang dinilai relevan kemudian digunakan untuk menentukan sektor penyisiran berikutnya.
Dukungan terhadap keluarga datang dari komunitas jurnalis di berbagai wilayah. Doa bersama dan kegiatan solidaritas digelar sebagai bentuk perhatian kepada rekan seprofesi yang hilang ketika menjalankan aktivitas di lapangan. Koordinatoriat Wartawan Parlemen juga menyiapkan santunan bagi keluarga lima jurnalis untuk membantu meringankan kebutuhan selama menghadapi masa sulit. Pendampingan psikologis dan komunikasi mengenai perkembangan pencarian turut menjadi perhatian karena keluarga telah menunggu dalam ketidakpastian selama beberapa hari. Solidaritas tersebut diharapkan dapat memberikan kekuatan kepada keluarga ketika menghadapi proses yang panjang. Keselamatan pekerja media saat melakukan perjalanan dan peliputan di wilayah berisiko juga kembali menjadi perhatian.
Tabur bunga tidak menghapus kenangan maupun harapan keluarga terhadap para jurnalis dan kru kapal yang hilang. Prosesi tersebut menjadi cara keluarga memberikan penghormatan sekaligus mengenang perjalanan dan pengabdian mereka. Para kerabat berharap seluruh upaya yang telah dilakukan dapat memberikan kepastian sehingga keluarga dapat menjalani proses selanjutnya dengan lebih tenang. Rekan-rekan jurnalis juga berkomitmen terus memberikan dukungan kepada keluarga setelah rangkaian pencarian berakhir. Peristiwa di Selat Sunda meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas pers yang selama ini bekerja bersama para korban. Doa dan penghormatan terakhir menjadi simbol kebersamaan bagi mereka yang ditinggalkan.






