Jakarta, 2 September 2026 – Perjalanan Lionel Messi bersama Timnas Argentina akhirnya mencapai penghujung setelah lebih dari dua dekade penuh cerita. Messi menutup karier internasionalnya sebagai pemain dengan jumlah penampilan dan gol terbanyak untuk Argentina, sekaligus meninggalkan warisan berupa gelar Piala Dunia 2022, dua Copa America pada 2021 dan 2024, serta Finalissima 2022. Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus karena Messi sempat menghadapi berbagai kritik dan kegagalan di partai final. Namun, kegigihannya membuat periode terakhir karier bersama Argentina berubah menjadi salah satu era paling sukses dalam sejarah tim nasional tersebut. Ada sejumlah momen yang kemudian menjadi simbol perjalanan Messi bersama La Albiceleste.
1. Meraih medali emas Olimpiade 2008
Salah satu pencapaian awal Messi bersama Argentina terjadi ketika ia membantu tim nasional meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. Saat itu, Messi masih berada pada fase awal kariernya dan mulai menunjukkan kemampuan luar biasa di level internasional. Argentina berhasil mengalahkan Nigeria pada pertandingan final untuk mempertahankan medali emas yang sebelumnya diraih pada 2004. Kesuksesan tersebut menjadi salah satu trofi penting pertama Messi bersama tim nasional Argentina. Momen itu juga menjadi bagian awal dari perjalanan panjang yang kelak membawanya meraih berbagai gelar bergengsi bersama tim senior.
2. Menjadi juara Copa America 2021
Setelah bertahun-tahun mengalami kegagalan di final, Messi akhirnya mendapatkan trofi senior pertamanya bersama Argentina pada Copa America 2021. Argentina mengalahkan Brasil 1-0 di Stadion Maracana melalui gol Angel Di Maria. Bagi Messi, keberhasilan tersebut memiliki makna sangat besar karena ia sebelumnya tiga kali gagal menjadi juara di final turnamen besar bersama Argentina. Trofi itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Argentina untuk gelar senior setelah terakhir kali menjadi juara Copa America pada 1993. Messi tampil sebagai salah satu pemain terpenting dalam perjalanan Argentina menuju gelar tersebut dan mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik turnamen.
3. Mengangkat trofi Finalissima 2022
Tidak lama setelah Copa America 2021, Messi kembali memimpin Argentina meraih trofi ketika menghadapi Italia dalam Finalissima 2022 di Stadion Wembley. Argentina menang 3-0 dan Messi tampil dominan sepanjang pertandingan. Ia memang tidak mencetak gol, tetapi memberikan kontribusi besar dalam permainan dan terlibat dalam proses terciptanya gol Argentina. Kemenangan tersebut mempertemukan juara Copa America dengan juara Euro sekaligus memperlihatkan kekuatan Argentina menjelang Piala Dunia. Trofi Finalissima menjadi tambahan penting dalam rangkaian keberhasilan Messi sebelum mencapai puncak kariernya bersama tim nasional.
4. Menjadi juara Piala Dunia 2022
Momen terbesar Messi bersama Argentina tentu terjadi di Piala Dunia Qatar 2022. Argentina sempat mengalami kejutan setelah kalah dari Arab Saudi pada pertandingan pembuka, tetapi Messi dan rekan-rekannya mampu bangkit hingga mencapai final. Dalam pertandingan melawan Prancis, Messi mencetak dua gol dan kemudian berhasil menjalankan tugasnya dalam adu penalti. Argentina akhirnya menjadi juara setelah memenangkan drama adu penalti, sekaligus meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 1986. Messi mendapatkan penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen dan akhirnya memenuhi impian yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu target terbesar dalam kariernya.
5. Mempertahankan kejayaan lewat Copa America 2024
Dua tahun setelah keberhasilan di Qatar, Messi kembali membawa Argentina menjadi juara Copa America 2024. Argentina mengalahkan Kolombia di final melalui gol Lautaro Martinez pada babak tambahan waktu. Messi mengalami cedera dalam pertandingan tersebut dan harus meninggalkan lapangan pada babak kedua, tetapi Argentina tetap mampu menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan. Gelar tersebut menjadi trofi Copa America kedua Messi bersama Argentina setelah sebelumnya meraihnya pada 2021. Keberhasilan itu semakin memperkuat dominasi Argentina dalam periode tersebut dan memperlihatkan bahwa kesuksesan mereka bukan sekadar keberuntungan dalam satu turnamen.
Rangkaian momen tersebut menggambarkan perubahan besar dalam perjalanan Messi bersama Argentina. Ia pernah menjadi pemain muda dengan ekspektasi sangat tinggi, kemudian mengalami kekalahan beruntun di partai final sebelum akhirnya memimpin generasi emas Argentina meraih berbagai gelar. Messi bahkan sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional pada 2016 setelah kegagalan di final Copa America, tetapi kemudian memutuskan kembali membela negaranya. Keputusan untuk kembali menjadi titik balik penting karena setelah itu Argentina mulai membangun tim yang lebih solid di bawah Lionel Scaloni.
Warisan Messi bersama Argentina kini tidak hanya diukur melalui jumlah gol dan penampilannya. Ia meninggalkan sebuah era yang menghasilkan Piala Dunia, dua Copa America, Finalissima, serta medali emas Olimpiade. Setelah melewati berbagai tekanan dan kritik, Messi berhasil mengubah narasi mengenai kiprahnya bersama tim nasional dan menempatkan dirinya sejajar dengan legenda besar sepak bola Argentina. Perjalanan tersebut membuat namanya tidak hanya dikenang karena kemampuan teknis, tetapi juga karena ketekunan dalam mengejar gelar bersama negara kelahirannya.
Pada akhirnya, lima momen tersebut menjadi bagian penting dari cerita panjang Messi bersama Argentina. Dari medali emas Olimpiade, kemenangan emosional di Maracana, keberhasilan di Finalissima, kejayaan Piala Dunia Qatar, hingga gelar Copa America 2024, setiap pencapaian memiliki arti tersendiri. Messi menutup perjalanan internasionalnya dengan status sebagai salah satu pemain paling sukses yang pernah mengenakan seragam Argentina. Bagi pendukung La Albiceleste, era Messi akan selalu dikenang sebagai periode ketika penantian panjang berubah menjadi rentetan kejayaan.





