Jakarta, 1 September 2026 – Kementerian Agama (Kemenag) memperpanjang masa pendaftaran Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026 hingga 9 September 2026. Perpanjangan tersebut dilakukan setelah tingginya minat dari sivitas akademika untuk mengikuti forum internasional tersebut. Sebelumnya, pendaftaran AICIS+ 2026 dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus 2026. Tambahan waktu diberikan agar peneliti, akademisi, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mempersiapkan karya terbaik mereka. Kemenag berharap perpanjangan ini dapat meningkatkan jumlah sekaligus kualitas karya yang akan dipresentasikan dalam konferensi.
Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Nur Kafid mengatakan tambahan waktu pendaftaran diberikan agar calon peserta dapat mempersiapkan karya ilmiah secara lebih matang. Menurutnya, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh para akademisi yang sebelumnya belum sempat menyelesaikan persiapan untuk mengikuti forum internasional. Kemenag juga mengajak para calon peserta memanfaatkan perpanjangan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Langkah ini diharapkan membuat karya yang masuk memiliki kualitas akademik yang semakin kuat. Dengan demikian, AICIS+ 2026 dapat menghadirkan gagasan yang lebih beragam dan relevan dengan perkembangan masyarakat global.
AICIS+ 2026 mengangkat tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing.” Tema tersebut menempatkan warisan lokal, inovasi teknologi, dan pembangunan kehidupan yang berkelanjutan sebagai bagian penting dalam pembahasan konferensi. Forum ini dirancang untuk mempertemukan perspektif keislaman dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan persoalan kontemporer. Kemenag berharap diskusi yang berlangsung tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan, tetapi juga menawarkan pemikiran yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pendekatan tersebut sekaligus memperluas ruang kontribusi akademisi perguruan tinggi keagamaan Islam dalam percaturan ilmiah internasional.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Sahiron mengatakan AICIS+ 2026 diharapkan menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan global. Menurutnya, peradaban Islam memiliki kekayaan warisan lokal yang mengandung nilai transformatif dan masih relevan dengan tantangan kehidupan modern. Karena itu, konferensi tersebut berupaya mempertemukan kearifan lokal dengan perkembangan teknologi modern. Pertemuan kedua aspek tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang mendukung kehidupan berkelanjutan dan bermartabat. Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi para akademisi untuk memperlihatkan kontribusi pemikiran Islam terhadap perkembangan peradaban dunia.
AICIS+ 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 20 November 2026 dengan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pelaksanaan. Konferensi tersebut akan melibatkan akademisi dan sivitas dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam. Dosen, tenaga kependidikan, peneliti, serta mahasiswa dari perguruan tinggi keagamaan Islam negeri maupun swasta didorong untuk mengambil bagian. Keterlibatan berbagai kalangan akademik diharapkan memperkaya perspektif yang dibahas selama konferensi. Forum internasional ini sekaligus dapat menjadi ruang untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi penelitian lintas institusi.
Ketua Steering Committee AICIS+ 2026 Faqiuddin Abdul Qodir mengajak para pemikir, peneliti, dan mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan gagasan inovatif mereka. Partisipasi aktif sivitas akademika dinilai penting untuk memperkuat tradisi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam. Karya yang dipresentasikan nantinya diharapkan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan semakin banyaknya peserta dari berbagai latar belakang keilmuan, pembahasan AICIS+ dapat menjadi lebih luas dan multidisipliner.
Perpanjangan pendaftaran juga diikuti dengan upaya Kemenag memperluas sosialisasi AICIS+ 2026. Pimpinan perguruan tinggi serta tim hubungan masyarakat di lingkungan PTKIN dan PTKIS diminta membantu menyebarluaskan informasi mengenai konferensi melalui kanal komunikasi resmi masing-masing. Sosialisasi tersebut diharapkan menjangkau lebih banyak calon peserta yang memiliki karya dan gagasan relevan. Dengan informasi yang lebih luas, kesempatan untuk berpartisipasi dalam forum internasional tersebut dapat terbuka bagi sivitas akademika dari berbagai daerah. Kemenag juga berharap perguruan tinggi dapat memberikan dukungan kepada calon peserta selama proses persiapan karya.
Penyelenggaraan AICIS+ 2026 menjadi bagian dari upaya Kemenag memperkuat posisi pendidikan tinggi keagamaan Islam dalam forum akademik internasional. Konferensi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang presentasi penelitian, tetapi juga sebagai tempat mempertemukan berbagai perspektif mengenai agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kehidupan sosial. Perubahan AICIS menjadi AICIS+ juga mencerminkan perluasan cakupan forum agar pembahasannya semakin terbuka dan relevan dengan persoalan kontemporer.
Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran hingga 9 September 2026, calon peserta masih memiliki waktu tambahan untuk menyelesaikan dan menyempurnakan karya masing-masing. Kemenag berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga AICIS+ 2026 mampu menghadirkan penelitian dan gagasan berkualitas dari Indonesia ke panggung internasional. Konferensi yang berlangsung pada November mendatang diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru mengenai masa depan peradaban Islam. Partisipasi yang lebih luas juga diharapkan memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam pembahasan isu-isu global.





